Jumat, 30 November 2012, 00:30

Akhmad Jauhari, Banyak Kerja Sedikit Bicara

Madinah (MCH)Selama penyelenggaraan ibadah haji 2012 Masehi/1433 Hijriyah, Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, telah menyelesaikan tugas dengan baik. Selama 76 hari, satuan kerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Kota Nabi ini, dengan total dan tulus-ikhlas melayani para tamu Allah.Seperti terbukti dari penilaian sejumlah jemaah yang menganggap pelayanan di Madinah memuaskan, meski diselingi beberapa catatan untuk perbaikan. Alhamdulillah, kita sudah dilayani dengan baik. Saya merasakan menu masakan yang pas di lidah. Pemondokan juga strategis, dekat Mesjid Nabawi. Tapi, transportasi yang kurang bagus. Karena itu, kami ingin ini diperbaiki, ujar Sunarto, jemaah haji Indonesia dari Kelompok Terbang (Kloter) 50 SUB (Debarkasi Surabaya), di Madinah, Arab Saudi, Kamis (29/11). Ia merupakan salah seorang pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang menunaikan haji tiga kali berturut-turut dalam tiga tahun terakhir.Menurut dia, yang juga tercatat sebagai kinerja yang baik adalah, Daker Madinah mampu mempertahankan pemondokan yang mencapai 100 persen di Markaziyah. Padahal, beberapa tahun sebelumnya penempatan jemaah di kawasan yang dekat dengan Mesjid Nawabi itu hanya 50-75 persen.Lalu, siapa saja figur di balik optimalisasi kinerja Daker Madinah ini? Akhmad Jauhari, adalah salah satunya. Betapa tidak, alumni Universitas Al-Azhar, Kairo ini, menjadi ujung tombak pelayanan jemaah selama tiga bulan terakhir.Fokus bekerja meski sedikit bicara, menjadi kata kunci kepemimpinan pejabat di Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementeriann Agama (Kemenag) ini. PNS yang pernah tinggal lama di Mesir ini, memang amat berpengalaman menangani penyelenggaraan haji.Pria yang mahir berahasa Arab ini, sarat pengalaman di bidang perhajian. Ia antara lain, selalu dipercaya menjadi kepala daerah kerja. Ia juga kerap ditugasi menangani pelayanan haji lainnya.Madinah itu sejuk, damai dan bersahabat, sebagaimana kultur kaum Anshar yang familiar. Karena itu, filosofi Kota Suci inilah yang menjadi prinsip kita untuk bersikap arif dan bijak dalam menjalankan amanah, ujar pria ramah dan murah senyum ini. (Yudhiarma)