Jumat, 30 November 2012, 00:26

Anggito Abimanyu, Manajer Berjuta Umat

Madinah (MCH)-Anggito Abimanyu bisa disebut manajer berjuta umat. Betapa tidak, selain melayani 210 ribu jemaah haji RI per tahun, plus 1,7 juta pembayar setoran awal yang mengantre untuk menjadi tamu Allah hingga belasan tahun ke depan. Ditambah lagi, jutaan para bakal calon haji yang siap menambah daftar tunggu (waiting list) di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama.Setelah turun langsung ke lapangan, kini Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag ini siap memulai sejumlah gebrakan. Secara keseluruhan, pelaksanaan haji 2012 berlangsung baik, tetapi terdapat beberapa catatan yang perlu dikaji ulang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun depan, ujarnya, di Jedah, Arab Saudi, Kamis (29/11).Menurut Associate professor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, secara garis besar, yang perlu dibenahi adalah transportasi, rasionalisasi jumlah dan masa kerja petugas, masa tinggal jemaah, hotel transit di Jedah, pembinaan ibadah bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), penetapan kuota lansia dan pengawasan lembaga.Ekonom kelahiran Bogor, 19 Februari 1963, ini juga berjanji akan menyempurnakan konsep manajemen pelayanan, aset, dan dana haji yang kini sudah mencapai Rp 40 triliun. "Kunci dari penyelenggaraan haji ini memang di manajemen," kata pemain flute dan penggemar basket ini.Suami Arma dan Ayah dari Didi serta Nadia yang berzodiak Aquarius ini, memang ahli di bidang keuangan. Ia lama mengabdi di Kemenkeu. Kemudian, mantan Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) FEB UGM ini keluar setelah tidak menjadi Wakil Menteri Keuangan dan kembali mengajar di UGM.Sekretaris Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan Ketua Umum PB Persatuan Bola Basket Indonesia ini, lulus FEB UGM pada 1985. Pada 1989 dan 1993, ia meraih masters of science dan doctor of philosophy dari University of Pennsylvania, Philadelpia, AS.Pencipta belasan lagu dan konser saksofon ini banyak diilhami materi ESQ Ary Ginanjar sehingga mendorongnya lebih agamais sampai mendapat kepercayaan menjadi Duta Zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dengan pengalaman dan kapasitas intelektual itulah, gebrakan Anggito untuk mengoptimalkan pelayanan haji terus ditagih umat. (Yudhiarma)